|
Secara umum, market gagal untuk melanjutkan pergerakan sebelumnya hingga ...
akhir sesi perdagangan AS. Satu-satunya pengecualian adalah sterling dan yen, yang terlihat bergerak lebih kuat pada intraday sesi kemarin, dan mengalami retrace sepanjang sesi AS. Sebagai catatan, pergerakan forex market berada dalam periode ketidakpastian.
Sepanjang sesi AS, laporan data GDP sedikit mengalami kontraksi dibanding estimasi pasar pada kuartal pertama. Final GDP menunjukkan dalam kuartal pertama (Q1), ekonomi mengalami kontraksi -5.5% dibanding estimasi pasar -5.7%. Pada saat yang sama angka jobless claims naik 627K dibanding minggu lalu, sedikit di atas ekspektasi pasar. Hal ini menandakan pasar tenaga kerja AS kemungkinan belum mencapai level bottomnya.
Euro (EUR/USD) saat ini diperdagangkan berada di bawah indikator moving average 21, setelah sebelumnya sempat mencetak gain sebesar 60 pips di tengah sesi pasar AS. Hingga saat ini, EUR/USD bergerak sideway dikisaran 1.3980.
Sterling (GBP/USD) satu-satunya mata uang utama yang bergerak dengan volatilitas yang lebar pada pertengahan sesi kemarin. Sterling melemah hampir 200 pips selama sesi pasar Eropa seiring dengan defisit yang besar pada ekonomi UK. Selama sesi pasar AS, sterling berhasil rebound untuk yang kesekian kalinya pada minggu ini. Saat ini sterling berada pada kondisi netral dan fluktuasi tetap di dalam range yang stabil.
Aussie (AUD/USD) relatif diperdagangkan dengan momentum yang lemah pada hari Kamis kemarin, tidak mampu untuk melanjutkan pergerakan sebelumnya. Di tengah sesi AS, aussie rebound ke area netral pivot poin (0.8030) dengan kecenderungan naik seiring dengan naiknya S&P futures.
Yen (USD/JPY) menguat sepanjang sesi siang kemarin, namun kemudian berbalik melemah dan ditutup di area negatif. Hal ini memberi sinyal awal akan selesainya koreksi naik USD/JPY di level 96.03. Saat ini USD/JPY diperdagangkan dikisaran 95.93.
(asrul@tgfnusantara.com)
|